Tampilkan postingan dengan label band rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band rock. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2016

The Smashing Pumpkins

Bagi anda yang lahir di era 90-an dan mengenal genre Alternative Rock, anda sudah tidak asing lagi dengan The Smashing Pumpkins. Dan satu hal yang menarik dari band ini, karena musik dari The Smashing Pumpkins lebih cenderung mengarah ke Punk Rock. Karena sangat jarang sebuah band bisa melestarikan Punk Rock di era modern. Sedikit sejarah dan perjalanan dari band ini.
Formasi awal The Smashing Pumpkins
Band ini memulai karier bermusiknya di tahun 1990. Namun band ini sudah berdiri sejak tahun 1988, dan pada saat itu hanya beranggotakan dua orang saja, yaitu Billy Corgan sebagai bassist, serta James Iha sebagai gitaris. Dan pada saat itu pula, mereka bertemu D'Arcy Wretzky yang akhirnya menggantikan posisi Billy Corgan sebagai bassist dan Billy Corgan berganti posisi menjadi vokalis dan gitaris. Kemudian, Billy Corgan diperkenalkan Jimmy Chamberlin dari temannya, dan pada saat itu pula Jimmy Chamberlin masuk sebagai drummer. Dan resmi, The Smashing Pumpkins berformasi awal Billy Corgan (vokalis, gitaris), James Iha (gitaris), D'Arcy Wretzky (bassist), Jimmy Chamberlin (drummer).

Tak lama setelah menandatangani kontrak rekaman Caroline Records yang merupakan anak perusahaan dari Virgin Records, The Smashing Pumpkins mulai memberanikan diri dengan merekam lagu hasil ciptaan mereka sendiri. Dan di tahun 1991, The Smashing Pumpkins berhasil merilis album pertama mereka dengan diberi nama Gish. Meski tak begitu sukses secara komersil, album ini menjadi pembuka jalan bagi The Smashing Pumpkins untuk bisa sukses di masa depan. Karena materi yang diberikannya cenderung cukup berani dibandingkan dengan beberapa band Alternative Rock di zamannya.

Setelah merilis album pertama, The Smashing Pumpkins kembali tertantang untuk membuat album kedua. Dan akhirnya mereka berhasil merilis album kedua mereka dengan diberi nama Siamese Dream di tahun 1993. Kematangan mereka dalam bermusik semakin terlihat di album ini. Dan mereka pun sempat membuat statement bahwa mereka bisa seperti Nirvana, Pearl Jam, dan Jane's Addiction, yang konon dimana ketiga band tersebut tergolong sangat sukses pada saat itu. Berkat statement tersebut dan diimbangi dengan kematangan mereka dalam bermusik, membuat penjualan album kedua The Smashing Pumpkins ini meningkat cukup drastis ketimbang album pertamanya dan dengan cepat menjadi band yang sangat diperhitungkan di masanya. Di tahun 1994, mereka merilis album kompilasi Pisces Iscariot. Album tersebut berisikan kompilasi dari sesi rekaman album Gish dan Siamese Dream yang belum pernah di ekspos ke publik sebelumnya.

Sukses dengan album kedua, The Smashing Pumpkins mulai serius dalam membuat album secara intensif. Kematangan mereka dalam bermusik semakin terpampang nyata dengan album ketiga mereka yang diberi nama Mellon Collie and the Infinite Sadness yang dirilis di tahun 1995. Single-single tersukses mereka, seperti 1979 dan Bullet with Butterfly Wings berhasil tercetak lewat album ini. Materinya sendiri pun tidak neko-neko, karena hampir di beberapa lagu, The Smashing Pumpkins berhasil menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya. Hasilnya, album ini pun sukses besar, dan menjadikan album ini adalah album The Smashing Pumpkins tersukses sepanjang karier mereka. Berkat penjualan album ini yang fantastis, The Smashing Pumpkins semakin dikenal publik hampir diseluruh negara, dan memenangkan beberapa nominasi di ajang musik bergengsi di masanya.
The Smashing Pumpkins (1997-1999)

Namun setelah sukses dengan album ketiga nya, awal mula keretakan The Smashing Pumpkins mulai terlihat. Seperti pemecatan Jimmy Chamberlin di tahun 1996, karena terjerumus oleh penggunaan narkoba. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat The Smashing Pumpkins terpuruk dan terus bangkit untuk bisa membuat album baru. Nasib yang malang menimpa Billy Corgan, sang vokalis dan gitaris di tahun 1997. Karena pada tahun itu, Billy mengalami masalah yang bertubi-tubi, seperti meninggalnya ibunda Billy, serta yang paling parah adalah perceraiannya Billy Corgan dengan sang istri, Chris Fabian. Keterpurukan Billy Corgan ini membuat dirinya memutuskan untuk mencukur habis kepalanya alias BOTAK. Dan semua curahan isi hatinya pun tersalurkan lewat album keempat The Smashing Pumpkins berjudul Adore yang dirilis di tahun 1998. Di album ini, musikalitas The Smashing Pumpkins berubah signifikan ketimbang album-album mereka sebelumnya, dimana di album ini lebih cenderung memberikan unsur electronic dan gothic rock di seluruh lagunya. Dan perubahan musikalitas mereka salah satunya disebabkan karena sulitnya untuk menghubungkan musikalitas mereka. Album ini memang dari segi penjualan menurun dari sebelumnya, namun tetap sukses dan beberapa penghargaan bergengsi pun disabet oleh band ini.

Di akhir 1998 saat The Smashing Pumpkins mulai mengerjakan album kelima mereka, Jimmy Chamberlin memutuskan untuk kembali bergabung dengan The Smashing Pumpkins. Dan pada saat itu pula, The Smashing Pumpkins berkomitmen untuk kembali ke jati diri mereka. Namun di tengah pengerjaan album kelima mereka, The Smashing Pumpkins harus kehilangan satu personel lagi yaitu D'Arcy Wretzky yang pada saat itu memutuskan untuk rehat dari dunia musik, sehingga posisi bass pun menjadi lowong. Namun tak lama, mantan bassist band Hole, Melissa Auf der Maur mengisi posisi bass yang lowong, dan akhirnya Melissa yang melanjutkan rekaman sisa-sisa lagu dari album kelima The Smashing Pumpkins yang belum rampung.
The Smashing Pumpkins (2000)

Di tahun 2000, akhirnya The Smashing Pumpkins berhasil merilis album kelima mereka dengan diberi judul Machina/The Machines of God. Khusus untuk album ini, The Smashing Pumpkins memutuskan untuk merilis album ini dalam dua seri. Namun permintaan Billy Corgan kepada Virgin Records untuk membuat dua seri menjadi satu album pun ditolak mentah-mentah oleh Virgin Records dan meminta untuk band ini merilisnya secara terpisah. Hasilnya, setelah merilis seri pertama Machina, The Smashing Pumpkins memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak dari Virgin Records dan Billy Corgan memutuskan untuk membuat label sendiri khusus untuk merilis seri kedua Machina, bernama Constantinople Records. Beberapa bulan setelah seri pertama Machina dirilis, The Smashing Pumpkins merilis seri kedua Machina sekaligus album keenam mereka berjudul Machina II/The Friends & Enemies of Modern Music secara terbatas dalam bentuk fisik, namun untuk distribusi luas album ini dipasarkan dalam bentuk digital. Respons pasar dari kedua seri ini cukup berbanding balik. Seri pertama Machina terhitung tidak begitu sukses, bahkan menjadi salah satu album The Smashing Pumpkins dengan penjualan album paling sedikit. Sedangkan seri kedua Machina terhitung sangat positif, bahkan banyak publik kecewa mengapa seri kedua Machina tersebut tidak diedarkan secara luas. Dan setelah merilis album ini, karena alasan tertentu, The Smashing Pumpkins memutuskan untuk bubar di bulan Desember 2000 setelah konser terakhir mereka di Chicago.

Di tahun 2001, The Smashing Pumpkins merilis album kompilasi terbaik sepanjang karier mereka yang terpisah menjadi dua seri yaitu Rotten Apples dan Judas O. Di kompilasi tersebut, The Smashing Pumpkins menyelipkan satu lagu baru yang tidak diberi judul (kadang dikenal sebagai Rotten Apples), yang merupakan lagu terbaru sekaligus karya terakhir mereka yang direkam sebelum band ini memutuskan untuk bubar. Sedikit penjelasan, Rotten Apples berisi 18 buah lagu yang merupakan karya-karya terbaik mereka dari album awal mereka hingga album terakhirnya, ditambah dengan satu lagu baru. Sedangkan Judas O, sama seperti Pisces Iscariot, seri ini berisikan lagu-lagu yang mereka rekam namun belum diekspos ke publik, mulai dari album Mellon Collie and the Infinite Sadness sampai Machina II/The Friends & Enemies of Modern Music.

Setelah bubar, Billy Corgan dan Jimmy Chamberlin memutuskan untuk membentuk band baru bernama Zwan di tahun 2001, bersama beberapa anggota dari band yang terkenal pada saat itu. Zwan merilis album mereka di tahun 2003, dan tak lama setelah itu Zwan memutuskan untuk bubar. Di tahun 2005, Billy Corgan pun kembali dengan merilis album solo pertamanya berjudul TheFutureEmbrace yang memiliki konsep yang hampir sama dengan album keempat The Smashing Pumpkins, Adore.

Di tahun 2006, akhirnya ada angin segar dari The Smashing Pumpkins. Akhirnya Billy Corgan cs. memutuskan untuk kembali membangkitkan band ini. Namun terjadi perubahan formasi, dimana James Iha yang menjadi gitaris sebelumnya memutuskan untuk tidak bergabung lagi dengan The Smashing Pumpkins, dan Melissa Auf der Maur juga memutuskan hal yang sama. Sehingga resmi, The Smashing Pumpkins hanya tersisa 2 personel saja. Dan dengan cepat, The Smashing Pumpkins langsung kembali ke dapur rekaman dan akhirnya berhasil merilis album ketujuh mereka dengan nama album Zeitgeist di tahun 2007. Tak lama setelah album ini dirilis, The Smashing Pumpkins menerima Jeff Schroeder sebagai anggota baru yang menggantikan James Iha di posisi gitaris. Respons pasar terhadap album ini memang tidak sebaik sebelum-sebelumnya, namun hal ini menjadi awal semangat mereka untuk kembali membuat album terdepannya.

Pada tahun 2009, The Smashing Pumpkins harus kembali lagi menelan pil pahit karena kehilangan Jimmy Chamberlin yang memutuskan untuk keluar dari band ini. Namun pucuk dicinta ulam pun tiba, keluarnya Jimmy Chamberlin ternyata dengan cepat langsung mendapatkan penggantinya bahkan dengan bonus. Mike Bryne masuk menggantikan Jimmy Chamberlin di posisi drummer, dan posisi bass yang lowong di album Zeitgeist akhirnya diisi oleh Nicole Fiorentino.
The Smashing Pumpkins (2009-2014)
Di tahun yang sama, The Smashing Pumpkins merilis sebuah seri baru berjudul Teargarden by Kaleidyscope yang diperkirakan selesai serinya pada tahun 2017. Dalam seri tersebut, The Smashing Pumpkins direntan tahun 2009 hingga 2011 merilis 2 album mini dan 2 single lagu. Konsep dari album ini sendiri terinspirasi dari sebuah kartu Tarot. Setelah merilis 2 album mini dan 2 single lagu, akhirnya The Smashing Pumpkins merilis album studio untuk seri ini sekaligus menjadi album kedelapan mereka berjudul Oceania di tahun 2012. Respons publik terhadap album ini pun sangatlah positif, dan angka penjualannya pun naik cukup signifikan dibandingkan album sebelumnya.

Namun nasib malang kembali lagi menimpa band ini. Di tahun 2014, The Smashing Pumpkins harus kembali kehilangan 2 personel baru mereka yaitu Mike Bryne dan Nicole Fiorentino yang memutuskan untuk keluar dari band ini. Di tahun yang sama pula, The Smashing Pumpkins yang hanya menyisakan 2 personel saja dan dibantu dengan beberapa additional personel ini merilis album berikutnya dari seri tersebut sekaligus album kesembilan mereka berjudul Monuments to an Elegy. Secara musikalitas, album ini sedikit berbeda dibandingkan Oceania, karena di album ini mereka memadukan unsur Alternative Rock dengan sedikit sentuhan Electronic.

Setelah merilis album kesembilan, The Smashing Pumpkins akhirnya mendapatkan angin segar dengan kembalinya Jimmy Chamberlin diposisi drummer di tahun 2015. Kembalinya Jimmy Chamberlin tersebut menjadi awal tur mereka untuk mempromosikan album Monuments to an Elegy. Namun di tahun 2016, Jimmy Chamberlin memutuskan untuk mengganti statusnya bukan sebagai anggota tetap, namun Jimmy tetap membantu tur The Smashing Pumpkins hingga selesai.

Saat ini, The Smashing Pumpkins baru saja melakukan reuni dengan gitaris lama mereka James Iha dan sedang melakukan persiapan untuk membuat album terakhir dari seri Teargarden by Kaleidyscope yang juga merupakan album kesepuluh mereka. Berhembus kabar bahwa The Smashing Pumpkins mencoba untuk kembali lagi ke formasi awal mereka untuk album tersebut.

Senin, 14 November 2016

New Order

New Order
Ya, ini adalah New Order. Nama yang cukup asing di dengar bagi sebagian orang, karena memang namanya jarang mencuat di musik-musik dunia. Namun jangan anggap remeh band ini, walaupun sudah tua, tapi band ini tetap sangat menarik untuk dilihat.

Wajar saja, karena band ini sebenarnya awal mulanya dari sebuah band Joy Division, sebuah grup band yang sukses di era 70-an. Joy Division boleh dibilang adalah salah satu band yang sangat bersejarah di industri musik dunia karena daya tarik sang vokalis, almarhum Ian Curtis begitu memikat hati. Hasilnya, Joy Division sukses menarik peminat musik yang kala itu di dominasi oleh aliran Heavy Metal ala Led Zeppelin, Black Sabbath, Aerosmith, dan band heavy metal di zamannya.

Namun tahun 1980, Joy Division memutuskan untuk bubar setelah kematian Ian Curtis yang begitu mendadak dan menggemparkan kancah musik di zamannya, karena bunuh diri. Dan sejak saat itulah, Joy Division seolah mati begitu saja dengan hanya mengorbitkan 2 buah album, namun kedua album tersebut sangatlah sukses, bukan hanya di negara asalnya, tapi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Tak lama setelah itu, berdirilah band ini yang digawangi oleh 3 mantan personel Joy Division, yaitu Bernard Sumner (vokalis, gitaris), Peter Hook (bassist, backing vokal), dan Stephen Morris (drummer). Namun kemudian Stephen Morris mengajak Gillian Gilbert (keyboardist) bergabung di band ini. Dan sejak itulah, band ini resmi diberi nama New Order. Di tahun 1981, New Order langsung meluncurkan album pertama mereka berjudul "Movement". Album ini sudah mencirikan musik New Order akan kemana. Dan musik mereka sangatlah berbeda dengan konsep musik Joy Division yang lebih mengusung genre Post-Punk. New Order lebih mengarah ke musik electro-dance, namun tetap adanya unsur Post-Punk meski tidak 100% murni Post-Punk. Dan album ini pun langsung dengan cepat di terima pasar dan hasilnya sangatlah sukses, mengingat masih banyaknya fans Joy Division mengharapkan akan adanya kebangkitan dari New Order.

Kemudian di tahun 1983, New Order mulai bekerja keras untuk mengeluarkan album kedua mereka. Dan akhirnya, mereka berhasil meluncurkan album kedua mereka dengan diberi judul "Power, Corruption & Lies". Dan musik mereka pun masih mengusung tema yang sama seperti album pertamanya, electro-pop dengan campuran Post-Punk. Dan hasilnya sama seperti album sebelumnya, album ini memiliki respons pasar yang bagus, meski pada tahun itu sudah banyak band-band baru yang mulai bermunculan.

Musik mereka pun semakin mantap di album ketiganya, "Low-Life" yang dirilis di tahun 1985. Usaha keras New Order untuk tetap mempertahankan musik mereka yang berbeda di antara band di zamannya ternyata berhasil. Meski di dominasi oleh musik ala The Smiths yang juga bersinar di zamannya, album ini tetap terhitung sukses dan respons pasar pun tetaplah sangat baik.

Tahun 1986, New Order tetap intensif dengan meluncurkan album keempat mereka berjudul "Brotherhood". Memang di album ini, New Order lebih berusaha keras ketimbang ketiga album sebelumnya, mengingat dominasi musik rock di zamannya sudah semakin tinggi dengan kehadiran band-band rock baru di zamannya. Namun, New Order tetaplah sukses dengan musik yang mereka usung di empat album mereka ini. Respons pasar pun kembali positif akan album ini.

Di tahun 1989, kinerja musikalitas New Order sudah mulai sedikit demi sedikit mengalami penurunan. Dan ini terbukti dengan dirilisnya album kelima mereka berjudul "Technique". Di album ini, New Order mulai menghilangkan ciri Post-Punk di album ini yang sudah melekat di musik mereka di empat album sebelumnya. Namun album ini tetap tergolong sukses, meski respons pasar tidak lagi sebaik sebelum-sebelumnya.

Dan penurunan produktivitas New Order dalam meluncurkan album semakin terlihat di tahun 1993. Ya, memang pada saat itu hampir seluruh personel New Order sudah mulai fokus pada side project mereka masing-masing. Bernard Sumner sudah mulai fokus pada band barunya, Electronic yang merupakan kolaborasi antara Sumner dan mantan gitaris The Smiths, Johnny Marr. Stephen Morris dan Gillian Gilbert yang pada saat itu telah menikah terlihat lebih fokus dengan project duonya, dan menghasilkan dua album studio. Jadi New Order seolah-olah ditinggalkan begitu saja tanpa adanya album baru. Namun itu langsung ditampik dengan para personel New Order dengan diluncurkannya album keenam mereka berjudul "Republic". Single "Regret" menjadi salah satu single legendaris New Order selama berkarier di dunia musik. Respons pasar terhadap album ini tetaplah positif. Pada saat itulah, New Order memutuskan untuk vakum dari dunia musik hingga waktu yang tak ditentukan, namun mereka sempat merilis album kompilasi terbaik mereka di tahun 1994.

New Order tahun 2000
Semangat New Order kembali bangkit lagi di tahun 1999. Memang pada saat itu, Bernard Sumner sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan band Electronic, dan puas dengan 3 album studio saja. Serta duet suami-istri Stephen Morris-Gillian Gilbert pun sudah tidak produktif dalam merilis album duet mereka. Sehingga saat itulah New Order memutuskan untuk bangkit kembali di akhir 1999. Dengan formasi yang masih sama seperti sebelumnya, New Order dengan sigap langsung kembali ke dapur rekaman pada tahun 2000, dan akhirnya dirilislah album ketujuh mereka dengan nama "Get Ready" di tahun 2001 sebagai tanda kebangkitan mereka di kancah musik dunia. Namun di album ini, konsep mereka sangatlah berbeda ketimbang keenam album sebelumnya, di album ini mereka lebih mengarah ke alternative rock, namun tetap nuansa electro-dance di munculkan di album ini meski porsi nya tidak sebanyak sebelum-sebelumnya. Di album ini, New Order berkolaborasi dengan 2 vokalis band kondang di kancah musik, seperti Billy Corgan dari The Smashing Pumpkins dan Bobby Gillespie dari Primal Scream. Kebangkitan mereka membuat respons pasar pun juga ikutan bangkit dengan rilisnya album ini. Single "Crystal" dan "60 Miles an Hour" di album ini menjadi dua lagu New Order yang sangat melekat oleh para fansnya.

Namun keberhasilan album mereka ternyata tak seimbang dengan keberhasilan secara internal band. Album "Get Ready" adalah album terakhir New Order dengan formasi klasik mereka. Di tahun yang sama, Gillian Gilbert memutuskan untuk mengundurkan diri dari band dengan alasan ingin istirahat dari dunia musik. Dan di tahun yang sama pula, masuklah Phil Cunningham menggantikan Gillian Gilbert di posisi keyboardist, namun Phil Cunningham lebih sering menggunakan gitar di panggung, sehingga Phil memegang dua posisi yaitu keyboardist dan gitaris.
New Order tahun 2005
Di tahun 2005, New Order mulai mengejar ketertinggalan mereka dengan dirilisnya album kedelapan berjudul "Waiting for the Sirens' Call". Album ini tetap memiliki konsep yang sama seperti album ketujuh mereka. Dan album ini secara komersil sangatlah sukses, melebihi kesuksesan mereka di ketujuh album sebelumnya. Dan karena album ini, gaung New Order dikancah musik langsung dikenal lebih luas lagi, terutama di benua Eropa dan Asia.

Namun lagi-lagi semangat New Order mengendur di tahun 2007. New Order pada saat itu kembali memutuskan untuk vakum setelah sang bassist, Peter Hook memutuskan untuk mengundurkan diri dari band ini. Dan hal ini memang sudah terlihat sejak beberapa kali konser dan interview New Order, Peter Hook tak pernah terlihat bersama New Order. Yang lebih parah lagi di tahun 2009, Bernard Sumner memberikan statement bahwa dia tidak akan berkarya lagi dibawah bendera New Order.

Namun di tahun 2011, New Order kembali membuat kejutan dengan memutuskan untuk kembali lagi di kancah musik. Namun dengan formasi yang berbeda, dengan kembalinya Gillian Gilbert membangkitkan New Order dalam bermusik, serta posisi Peter Hook diganti oleh Tom Chapman. Di tahun 2013, mereka meluncurkan album kesembilan mereka yang sebenarnya album ini bukanlah album murni dengan materi baru. Album yang diberi judul "Lost Sirens" ini sebenarnya adalah hasil sisa rekaman mereka yang tidak dimasukkan di album multi-platinum mereka, "Waiting for the Sirens' Call".
 
New Order tahun 2015
Dan di tahun 2015, mereka muncul kembali dengan album kesepuluh mereka bernama "Music Complete" yang menjadi album pertama mereka sejak 10 tahun tidak merilis materi baru. Di album ini, New Order berkolaborasi dengan penyanyi-penyanyi kondang, seperti Iggy Pop, Elly Jackson, La Roux, dan Brandon Flowers. Dan kembalinya mereka pun mendapatkan respons positif dari pasar. Dan mereka pun meluncurkan album remix mereka di beri nama "Complete Music" di tahun 2016.